Pada tanggal 25 Mei 2010 yang lalu IPB kembali meluluskan sarjana-sarjananya mulai dari S1 sampai S3. Acara yang dilaksanakan di Graha Widya Wisuda ini dipenuhi oleh para keluarga wisudawan maupun wisudawati. Acara yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini merupakan acara yang sangat dinantikan oleh para keluarga maupun mahasiswa nya itu sendiri. Dengan banyaknya para pengantar pada saat wisuda membuat para pedagang membanjiri halaman Graha Widya Wisuda (GWW) untuk mencari rezeki, dan salah satunya adalah penjual bunga.

Setiap acara wisuda, biasanya para mahasiswa maupun keluarga selalu memberi bunga sebagai ucapan selamat kepada para wisuda. Peluang ini tentu saja tidak disia-siakan oleh sebagian orang untuk mencari peruntungan dengan menjual bunga di sekitar GWW ini, walaupun harus bersaing dengan penjual bunga yang lainnya.
Salah satu penjual bunga yang berada di GWW adalah Ibu Cucun dan Ibu Neneng. Mereka adalah penjual bunga yang selalu ada saat acara wisuda. Menurut keterangan mereka harga bunga yang dijual bervariasi mulai dari 5 ribu rupiah sampai 20 ribu rupiah. Dari penjualan bunga ini, mereka mendapatkan keuntungan bersih sekitar 200 ribu.
Penjual bunga yang berada di sekitar GWW pada saat acara wisuda rata-rata adalah bukan warga Bogor, melainkan warga luar Bogor. Ibu Cucun dan Ibu neneng merupakan warga Bandung yang sengaja datang ke Bogor untuk berjualan bunga, “saya ke Bogor untuk menjual bunga setiap ada wisuda, dan saya juga pergi ke kampus-kampus lain yang sedang wisuda” begitulah ibu Cucun mencoba memaparkan kegiatannya. Mereka datang ke IPB ini bersama rombongan dari bandung yang berjumlah 4 mobil dan biasanya setiap mobil itu berisi sekitar 12 orang.
Banyak dari para penjual bunga ini merupakan seorang ibu rumah tangga, contohnya ibu Cucun. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai tiga orang anak. Setiap ada acara wisuda di berbagai kampus , dia akan pergi meninggalkan keluarganya untuk menjual bunga hasil dari rangkaiannya sendiri. Dalam seminggu, ibu ini bisa pergi ke luar kota sebanyak 3 hari di kota yang berbeda, bahkan pernah sampai ke daerah Jogja untuk berjualan bunga. Banyak perasaan suka dan duka yang dialami oleh Ibu Cucun, sukanya adalah ketika barang jualannya habis tanpa sisa dan dukanya adalah harus meninggalkan keluarga dan harus rela melakukan perjalanan jauh. Walaupun demikian, dengan berjualan bunga, Ibu Cucun dapat membantu keluarganya dalam mencari nafkah dan dapat pula menyekolahkan anak-anaknya.
Juli 17, 2010 at 3:48 pm
Ohh… dari bdg? Apa saya ikutan jg yaa…? Hhe..
Hebat juga tuh,penjual bunga ampe dr luar kota.. Kirain dri bogor aja..