Pada tanggal 25 Mei 2010 yang lalu IPB kembali meluluskan sarjana-sarjananya mulai dari S1 sampai S3. Acara yang dilaksanakan di Graha Widya Wisuda ini dipenuhi oleh para keluarga wisudawan maupun wisudawati.  Acara yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini merupakan acara yang sangat dinantikan oleh para keluarga maupun mahasiswa nya itu sendiri. Dengan banyaknya para pengantar pada saat wisuda membuat para pedagang membanjiri halaman Graha Widya Wisuda (GWW) untuk mencari rezeki, dan salah satunya adalah penjual bunga.

Setiap acara wisuda, biasanya para mahasiswa maupun keluarga selalu memberi bunga sebagai ucapan selamat kepada para wisuda. Peluang ini tentu saja tidak disia-siakan oleh sebagian orang untuk mencari peruntungan dengan menjual bunga di sekitar GWW ini, walaupun harus bersaing dengan penjual bunga yang lainnya.

Salah satu penjual bunga yang berada di GWW adalah Ibu Cucun dan Ibu Neneng. Mereka adalah penjual bunga yang selalu ada saat acara wisuda. Menurut keterangan mereka harga bunga yang dijual bervariasi mulai dari 5 ribu rupiah sampai 20 ribu rupiah. Dari penjualan bunga ini, mereka mendapatkan keuntungan bersih sekitar 200 ribu.

Penjual bunga yang berada di sekitar GWW pada saat acara wisuda rata-rata adalah bukan warga Bogor, melainkan warga luar Bogor. Ibu Cucun dan Ibu neneng merupakan warga Bandung yang sengaja datang ke Bogor untuk berjualan bunga, “saya ke Bogor untuk menjual bunga setiap ada wisuda, dan saya juga pergi ke kampus-kampus lain yang sedang wisuda” begitulah ibu Cucun mencoba memaparkan kegiatannya. Mereka datang ke IPB ini bersama rombongan dari bandung yang berjumlah 4 mobil dan biasanya setiap mobil itu berisi sekitar 12 orang.

Banyak dari para penjual bunga ini merupakan seorang ibu rumah tangga, contohnya ibu Cucun. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai tiga orang anak. Setiap ada acara wisuda di berbagai kampus , dia akan pergi meninggalkan keluarganya untuk menjual bunga hasil dari rangkaiannya sendiri. Dalam seminggu, ibu ini bisa pergi ke luar kota sebanyak 3 hari di kota yang berbeda, bahkan pernah sampai ke daerah Jogja untuk berjualan bunga. Banyak perasaan suka dan duka yang dialami oleh Ibu Cucun, sukanya adalah ketika barang jualannya habis tanpa sisa dan dukanya adalah harus meninggalkan keluarga dan harus rela melakukan perjalanan jauh. Walaupun demikian,  dengan berjualan bunga, Ibu Cucun dapat membantu keluarganya dalam mencari nafkah dan dapat pula menyekolahkan anak-anaknya.

Iklan

Sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, manusia diberi oleh Tuhan beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya yaitu akal dan daya nalar. Kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar itu dimungkinkan pada manusia karena ia memiliki susunan otak yang paling sempurna dibandingkan dengan otak berbagai jenis makhluk hidup lainnya.  Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu terus berusaha untuk menambah dan mengumpulkan llmu pengetahuannya. Ilmu pengetahuan yang didapatkan adalah untuk memelihara bumi ini dari segala kerusakan, karena manusia diutus untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Manusia mendapatkan ilmu pengetahuan dari pengalaman yang didapatkannya ( empiris ) dan juga logika yang mereka miliki (rasional) dari pengalaman tersebut manusia terus-terusan mengolahnya dengan cara berpikir sehingga menghasilkan suatu ilmu pengetahuan. Manusia yang cerdas akan mampu menggali kumpulan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola muka bumi ini. Namun, tidak selamanya pengetahuan yang diperoleh manusia ini bermanfaat, ada juga pengetahuan yang ternyata menimbulkan suatu permasalahan ataupun mudarat.

Di dalam Islam, orang-orang yang berilmu dan beriman akan mendapat martabat yang tinggi di sisi Allah swt, kekayaan terbesar dalam islam adalah pengetahuan dan hikmah maka doa yang dimintakan Allah agar kita mohonkan kepada-Nya ialah untuk menambah pengetahuan. Oleh karena itu, dalam Islam menuntut ilmu hukumnya wajib sehingga dapat menyebarluaskan ilmu tersebut kepada orang Dlain. Di dalam hidup agar dapat membuat keputusan yang benar juga harus diiringi dengan pengetahuan sehingga terwujud kehidupan yang baik. Pengelolaan sumber daya alam juga harus diiringi dengan pengetahuan yang memadai untuk pemanfaatan yang benar dan sebagai pengelola bumi yang baik harus tak henti-hentinya belajar, karena ilmu pengetahuan itu berubah. Ada yang ternyata salah dan harus di buang dan ada pula yang harus ditambahkan.

Kemampuan manusia dalam mengembangkan pengetahuan tidak lepas dari kemampuan menalar. Manusia satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh.  Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival).  Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar  untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru; manusia mengembangkan kebudayaan, manusia member makna pada kehidupan, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi.

Pengetahuan mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut alur kerangka berpikir tertentu yang disebut penalaran. Kedua hal inilah yang memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya.

Manusia berpikir karena memiliki akal. Manusia memiliki kemampuan untuk membuat dan mengambil keputusan hal inilah yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Manusia dapat mengambil keputusan terletak pada kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar, sedangkan kemampuan berpikir dan bernalar itu dimungkinkan pada manusia karena ia memiliki susunan otak yang paling sederhana dibanding dengan otak berbagai Jenis makhlik hidup lainnya. Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang baru. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama, maka kegiatan berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itupun berbeda-beda karena masing-masing mempunyai yang disebut dengan criteria kebenaran yang merupakan suatu proses penemuan kebenaran tersebut. Manusia berpikir dan bernalar untuk mengumpulkan pengetahuan yang tersembunyi di alam raya ini. Proses mengumpulkan pengetahuan merupakan suatu proses belajar yang dialami manusia sejak ia lahir hingga ke liang lahat. Kemudian pengetahuan yang dikumpulkan manusia melalui penggunaan akalnya disusun menjadi suatu bentuk yang berpola.

Dengan berpikir, manusia berkesempatan mendapatkan pendidikan membentuk sistem kekeluargaan yang akhirnya terbentuk manusia yang cerdas sehingga dapat bermasyarakat dengan baik. Tanpa kecerdasan yang bersumber dari kemampuan berpikir, manusia tidak mampu menggali kumpulan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola bumi dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

Secara umum maka tiap perkembangan dalam idea, konsep dan sebagainya dapat disebut berpikir. Akan tetapi, pemikiran keilmuan bukanlah suatu pemikiran yang biasa. Pemikiran keilmuan adalah pemikiran yang bersungguh-sungguh, artinya suatu cara berpikir yang berdisiplin, dimana seseorang yang berpikir sungguh-sungguh takkan membiarkan idea dan konsep yang sedang dipikirkannya berkelana tanpa arah, namun kesemuanya itu akan diarahkannya pada suatu tujuan tertentu. Berpikir keilmuan sering digunakan oleh para peneliti dan juga penemu yang mempunyai minat untuk terus mengolah pemikiran mereka sehingga mengasilkan suatu ilmu ataupun konsep. Orang yang berpikir kelimuan tidak akan membiarkan ide dan konsep yang ada dipikirannya hilang begitu saja.  Tetapi dalam bidang keilmuan, berpikir seperti ini ternyata kurang penting karena titik berat terletak dalam usaha untuk memahami obyek yang belum ditetapkan dan cara berpikir seperti ini dinamakan penalaran (reasoning).

Jika berpikir dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan pengetahuan dan juga ilmu, namun disini terdapat perbedaan antara ilmu dan juga pengetahuan yang didapatkan oleh manusia.  Pengetahuan adalah suatu hasil dari pengamatan dan juga pengalaman yang dirasakan oleh panca indra, sehingga kita menjadi tahu, dan bagian dari pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah hasil dari proses berpikir dengan pertanyaan “bagaimana hal itu bisa terjadi ?”, dengan pertanyaan itu maka manusia akan berusaha untuk melakukan sebuah penelitian sehingga akan mendapatkan kesimpulan atau dengan kata lain ilmu adalah pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu. Akibatnya adalah bahwa teori-teori kelimuan tidak merupakan kebenaran yang pasti. Apa yang mampu dilakukan ilmu, dan apa yang sebenarnya memang dilakukan ilmu, semuanya hanyalah bersifat kemungkinan (peluang). Ilmu memberi kita, sebagai tambahan terhadap uraian gejala yang diamati, pernyataan yang bersifat peluang.

D

Waaahhh…semakin rumit juga neh kalo kita melihat dan juga mendengar nasib dari sang pemberantas korupsi yaitu KPK….kerumitan KPK ini sebenarnya diawali dengan kasus yang menimpa sang ketua yaitu Antasari Azhar, dari sinilah awal semua malapetaka yang terjadi di KPK. Antasari azhar yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan direktur putra rajawali banjaran, ini memberikan testimoni tentang kasus suap yang terjadi di piha internal KPK. Kasus ini terbongkar setelah Antasri Azhar ngobrol dan bertemu langsung dengan direktur PT.Masaro di Singapura dan mendapatkan info bahwa anggotanya menerima suap untuk kasus dugaan korupsi di PT.Masaro tersebut. Testimoni inilah yang semakin membuat KPK terjatuh dan terjatuh lagi, walaupun masih dapat berdiri tapi KPK telah mengalami cedera yang cukup parah !.

KPK yang dibentuk pada tahun 2004 ini, sebenarnya telah menjadi sebuah lembaga yang sangat disegani karena track recordnya yang telah menjerat “tikus-tikus busuk” masuk ke kandang terali besi. Banyak masyarakat yang telah mengacungkan jempol dan rasa optimisme terhadap kinerja KPK yang dinilai culup memuaskan. Inilah beberapa orang yang berhasil di jerat oleh KPK :

  1. Abdullah Puteh (mantan Gubernur Aceh) kasus mark up pembelian helikopter
  2. Urip si Jaksa nakal dalam kasus suap
  3. Emir Faishal kasus suap
  4. Burhanudin Abdullah (mantan Gub. Bank Indonesia)
  5. Aulia Pohan (mantan deputi BI)
  6. mantan Menkes Achmad sujudi
  7. dll

Seandainya KPK telah melakukan tindakan dan juga pencegahan terhadap kasus korupsi dengan baik, apakah masyarakat masih mau mengakui kalo KPK adalah sang pahlawan,? Walaupun di dalam internal KPK sendiri masih terjadi suap menyuap dan penyalah gunaan wewenang.

Tadi malam POLRI telah menetapkan dua tersangka terkait kasus PT. Masaro, kedua tersangka yang merupakan pejabat KPK itu adalah Bibi Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Mereka ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak kepolisian dengan kasus penyalahgunaan wewenang dan melanggar pasal 23 ayat 33 UU tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Berbagai kalangan tentu saja kaget dan terkejut dengan ditetapkannya dua tersangka ini. Banyak yang berkomentar kalau kasus ini seperti sebuah pertarungan antara POLRI VS KPK.  ????? wah kita tunggu aja apa yang akan terjadi nanti dan juga kita berharap agar KPK terus memburu koruptor baik itu didalam dirinya sendiri maupun koruptor lainnya..semoga saja !!!

Seperti bahasan sebelumnya, manusia cenderung selalu menambah ilmu pengetahuannya. Sejalan dengan hal itu, ilmu pengetahuan terus berkembang dengan berbagai metode keilmuan yang hadir di dunia ini, baik yang sifatnya empiris maupun rasional. Metode keilmuan tersebut mempunyai tokoh-tokoh yang mendukung metode tersebut. Tokoh yang menjadi pendukung rasionalisme adalah Rene Descrates, W.G. Leibniz, dan Barukh Spinoza, mereka adalah tokoh filsafat yang berasal dari daratan Eropa, sedangkan tokoh dari pendukung teori empirisme adalah John Locke, David Hume dan Barkeley. Teori tentang keilmuan tersebut memiliki pandangan yang berbeda satu sama lain, bagi teori empirisme sumber pengetahuan adalah pancaindra kita sendiri. Dengan pancaindra yang kita miliki ini, maka kita akan mengetahuai berbagai kejadian, peristiwa, dan proses yang terjadi di Alam ini dan dengan hal itu akal dan pikiran kita akan bekerja sehingga lahirlah sebuah pengetahuan dan juga ilmu. Mereka percaya, pengalaman dan apapun yang ditangkap oleh pancaindra adalah inti dari lahirnya sebuah pengetahuan dan menolak teori dari kaum rasionalisme. Bagi kaum rasionalisme justru memiliki pendapat yang berbeda, menurut mereka sumber dari ilmu pengetahuan adalah akal budi dan daya nalar. Bagi mereka, apa yang ditangkap oleh pancaindra hanya merupakan tiruan cacat dari ide-ide tertentu yang abadi. Descrates mengehendaki agar kita tetap meragukan untuk sementara waktu apa saja yang tidak bisa dilihat dengan terang akal budi sebagai yang pasti benar dan tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, Descrates mempunyai anggapan bahwa hanya akal budi yang dapat membuktikan bahwa ada dasar bagi pengetahuan manusia, ada dasar untuk merasa pasti dan yakin akan apa yang diketahui.

Terlepas dari perdebatan itu semua, tokoh filsafat Aristoteles dan Imanuel Kant mencoba untuk menjadi penengah antara golongan empirisme dan juga rasionalisme. Bagi Aristoteles, tidak ada sesuatu pun dalam akal budi yang tidak ada terlebih dahulu dalam indra, intinya adalah Aristoteles mengungkapkan bahwa pengetahuan manusia tercapai sebagai hasil kegiatan manusia yang mengamati kenyataan banyak, lalu menarik unsur-unsur universal dari yang partikular. Maka, supaya pengetahuan bisa tercapai, dibutuhkan baik pengamatan maupun akal budi. Pendapat yang sama pun dikemukakan oleh Imanuel Kant, menurutnya kedua pandangan tentang empirisme dan rasionalisme ini berat sebelah, dan karena itu hanya setengah benar, baik pancaindra dan proses pengindraan maupun akal budi dan proses penalaran sama-sama ikut berperan bagi lahirnya pengetahuan manusia dan keduanya dianggap terlalu ekstrem.

Menurut kami, metode keilmuan yang berkembang di dunia ini tidak terlepas dari keingintahuan manusia untuk menambah pengetahuannya. Dua aliran besar yaitu empirisme dan juga rasionalisme, memiliki kelemahan dan juga kelebihan masing-masing, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Bagi kelompok kami, pengetahuan itu bersumber dari keduanya yaitu empirisme dan rasionalisme, hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Imanuel Kant dan juga Aristoteles. Mereka tidak berpihak kepada salah satu aliran, tetapi mereka mencoba menjadi penengah antara kedua aliran tersebut.

Kebenaran ilmiah ataupun keilmuan ternyata memiliki empat teori secara filosofis, diantaranya adalah teori kebenaran sebagai persesuaian, teori kebenaran sebagai keteguhan, teori pragmatis tentang kebenaran dan teori performatif tentang kebenaran. Dari keempat teori tersebut, memiliki pengertian yang berbeda-beda tentang arti dari sebuah kebenaran ilmiah atau keilmuan. Teori kebenaran sebagai persuasaian telah diungkapkan oleh filsuf Aristoteles, menurutnya kebenaran ilmiah adalah kebenaran yang harus sesuai dengan keadaannya dan fakta yang ada dilingkungan kita atau bisa dikatakan harus sesuai dengan apa yang kita klaim. Teori kebenaran sebagai keteguhan adalah teori yang lebih bersifat logis-rasional, teori ini menyatakan bahwa kebenaran bisa dikatakan benar jika ada relasi antara proporsi baru dengan proporsi yang sudah ada. Kebenaran tidaklah perlu dibuktikan tapi cukup dengan menghubungkan proporsi yang sudah ada dan dengan pemikiran yang logis. Jika diteori pragmatis tentang kebenaran, filsuf pragmatis menganggap kebenaran sama dengan kegunaan. Berbeda pula dengan teori  kebenaran performatif yang dinyatakan para filsuf seperti Frank Ramsey, John Austin, dan Peter Strawson yang menganggap “benar” dan “salah” adalah ungkapan deskriptif.  Jadi kebenaran keilmuan yang dimaksud adalah suatu realitas keilmuan yang lebih bersifat rasional-logis dimana akal budi yang digunakan secara baik. Karena sifatnya universal maka proporsi, kesimpulan, atau teori yang diterima haruslah benar untuk semua orang.

Kenetralan ilmiah lebih menekankan bahwa ilmu haruslah bebas dari segala kepentingan pribadi, ideologi, moral, dan nilai yang berlaku. Ilmu pengetahuan harus dikembangkan hanya semata-mata berdasarkan pertimbangan ilmiah murni, agar ilmu pengetahuan tidak terjadi distorsi. Menurut Prof. Wolpert pengetahuan itu tidak mungkin bersifat netral atau kata lain bersifat objektif. Pengetahuan yang netral adalah pengetahuan yang secara metodik benar-benar terpisah dari nilai-nilai ataupun suatu ideologi tertentu. Dengan adanya kenetralan tersebut, maka para ilmuwan dapat terus melakukan pengembangan ilmu pengetahuannya tanpa dibatasi oleh suatu nilai. Karl Popper menggambarkan pengetahuan objektif sebagai pengetahuan tanpa orangnya, meskipun dia berpikir pengetahuan itu mungkin membangun konstruksi logis objektif. Hal tersebut selanjutnya dibahas oleh mereka yang melihat ilmu pengetahuan sebagai hal yang objektif, di mana suatu proporsi ilmiah adalah sesuatu yang telah diverifikasi. Kenetralan ilmu pengetahuan harus terjadi dalam taraf apakah pengetahuan ilmiah yang realibel secara moral dan etis. Ilmu pengetahuan tidak boleh berpihak kepada mereka yang memiliki uang, industri, dan pemerintah. Apabila hal ini terjadi, maka kita telah mencederai akan kenetralan ilmu pengetahuan hanya untuk memuaskan dan mementingkan kepentingan beberapa golongan saja.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, sebelum ada sebuah aksi ataupun aplikasi dari sebuah permasalahan maka kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari apa yang akan kita bahas ini. Ekologi manusia menurut Amos H Hawley ( 1950:67 ) mengatakan, “human ekology may be defined, therefore int terms that have alresdy been used as the study of from and the development of the community in human population”. Dalam ekologi,kita bisa membagai ruang lingkup ekologi ini menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Lingkungan biologis   : segala sesuatu disekitar kita sebagai benda hidup
  2. Lingkungan fisik         : segala sesuatu yang berada disekitar kita dan merupakan benda mati
  3. Lingkungan sosial       : hubungan antar manusia yang hidup secara bermasyarakat

Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya  mesti dijaga dari kerusakan yang parah. Suatu kehidupan lingkungan sangat tergantung pada ekosistemnya. Oleh karena itu, masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk mencintai, memelihara, dan bertanggungjawab. Dalam kasus ini kita akan membahas hubungan antara lingkungan biologis dengan lingkungan sosial.

Seperti yang kita ketahui, manusia hidup di dunia ini berdampingan dengan berbagai macam makhluk hidup (lingkungan biologis) yaitu tumbuhan dan hewan. Kita tidak akan pernah lepas dari hubungan dengan keduanya, hal ini dikarenakan antara manusia dengan lingkungan terjadi timbal balik yang saling membutuhkan dan berinteraksi. Dalam hal ini, hubungan antar keduanya kita sebut sebagai suatu simbiosis. Hubungan akan terjalin dengan baik ( simbiosis mutualisme ) apabila manusia dan lingkungan disekitar tercipta secara harmonis. Dengan keharmonisan tidak akan pernah terjadi sesutau yang merugikan salah satu pihak. Kenyataannya awal-awal dekade pasca revolusi industri, hubungan interkasi antara lingkungan biologis dan lingkungan sosial menjadi tereduksi dan timbullah permasalahan ekologi yang mengkhawatirkan dan lambat laun mungkin saja akan memusnahkan kehidupan di muka bumi ini.

Oleh karena itu diperlukanlah tindakan nyata ( real action ) untuk mencegah permasalahan ekologi ini dapat terulangi. Sebagai mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia, tentu hal ini menjadi kajian yang menarik dan menjadi sebuah pembelajaran, bagaimana cara kita menyikapi permasalahan ekologi ini agar tidak semakin parah. Bidang keilmuan tidak hanya cukup dengan berbagai teori saja di dalam ruang kuliah, tetapi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari juga sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana teori itu efektif untuk mengatasi suatu permasalahan.Permaslahan ekologi hendaklah disikapi secara serius, kenapa ? karena krisis ekologi adalah permasalahan global yang tidak dapat diatasi oleh perorangan, kelompok, satu negara, tetapi permasalahan ekologi ini harus kita atasi bersama.

(lebih…)

Seperti yang telah kita ketahui, kemarin seluruh bangsa dan rakyat Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi yang disebut-sebut sebagai salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia. Seluruh rakyat Indonesia telah memilih seorang presiden dan wakil presiden untuk lima tahun kedepan, yang akan memimpin negara kita dan berharap bisa lebih baik lagi.

Namun ada satu hal yang membuat saya pribadi gerah, marah, geram, kesal, dengan salah satu Cawapres kita yaitu Prabowo Subianto….Ya, Prabowo Subianto sang Jenderal kontroversial karena kenaikan pangkatnya yang diragukan hehe..( maaf pak !). Kenapa saya kesal ?? kalau saya pikir dia adalah biang kericuhan dari Pemilu 2009, mungkin saja Pemilu 2009 ini akan kacau dan akan ada gugatan hukum dari pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu ini yaaaa..salah satunya adalah Pasangan MEGA-PRABOWO yang telah ancang-ancang untuk melakukan gugatan.

Memang harus kita akui,bahwa banyak DPT yang bermasalah di berbagai daerah tapi setidaknya para Capres dan Cawapres tidaklah “mengompori” situasi yang ada, sehingga akan timbul keresahan di masyarakat..terus siapa yang dirugikan ?? yang pasti masyarakatlah yang akan dirugikan.

Prabowo ada apa denganmu ??? saya sebagai orang awam menilai bahwa prabowo adalah orang yang ambisius, sehingga sampai sekarang dia tidak percaya akan hasil Quick Count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey yang independen. Malahan Prabowo menilai banyak Lembaga Survey yang di biayai oleh salah satu pasangan dan hasilnya pun telah dipesan. Memang, Quick Count bukanlah hasil resmi dan kita juga harus menunggu hasil dari KPU yang akan diumumkan tanggal 22-24 Juli mendatang.

Kemarin malam saya berdiskusi dengan teman saya tentang Prabowo Subianto..dia mengatakan begini “ laaah…ngapain milih Prabowo, Ngurus keluarga aja gak becus hingga akhirnya dia cerai..apalagi ngurus negara !!!”, terus teman saya yang satu lagi bilang ” Prabowo itu gak bisa nerima kekalahannya, makanya berbagai macam alasan di lontarkan untuk membuat Pemilu ini kisruh..katanya demi rakyat..demi rakyat apa demi dirinya sendiri !!”…..Yapz, itulah mungkin sebagian opini yang mungkin aja mewakili orang yang beropini sama. Tapi yang pasti kita sebagai masyarakat hanya bisa berharap agar Pemilu 2009 ini aman, damai, dan hasilnya dapat diterima semua pihak tentunya untuk menjadikan bangsa ini bermartabat dalam berdemokrasi.

Salah atu tujuan diadakannya PEMILU adalah untuk menjadikan Indonesia ini lebih baik lagi. Banyak masyarakat yang mengharapkan agar PEMILU 2009 ini berjalan dengan lancar, adil, dan aman tanpa adanya aksi anarkis dari masyarakat yang tidak bisa menerima hasil PEMILU.

Demokrasi sejatinya kita maknai sebagai sistem yang menyatukan setiap perbedaan menjadi sebuag persamaan dengan tujuan yang sama, dalam hal ini menjadikan Indonesia Lebih Baik. Perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sesuatu hal yang sangat wajar, dan tergantung kita menyikapi perbedaan tersebut jangan samapi menjadi sebuah batu sandungan bagi bangsa ini.